Sabtu, 01 Oktober 2011

0 PROFIL DEA TUNGGAESTI

klikkanand.blogspot.com
Nama Dea Tunggaesti tiba-tiba menyeruak ke permukaan karena selain Dea Tunggaesti pengacara nazaruddin, wajah cantik juga menambah penasaran bagi publik yang belum mengetahui profil ataupun biodatanya. Dea Tunggaesti dikabarkan merupakan asisten serta tim ahli di dalam tim pengacara O.C Kaligis 




Dea Tunggaesti lahir 26 September 1982. Dea bergabung dengan OC Kaligis & Associates pada 2007, tak lama setelah dia mendapatkan gelar magister manajemen di Univeritas Gadjah Mada. Sebelumnya Dea mendapatkan gelar sarjana hukum di Universitas Pelita Harapan.Dea menyelesaikan gelar doktornya di Universitas Padjajaran Bandung. 


Sinetron dan model adalah dua hal yang sempat digeluti Deamenjelang semester akhir saat menempuh program S-1 bidang hukum di Universitas Pelita Harapan. Wanita berusia 29 tahun itu pernah bermain di sinetron Malam Pertama, Kisah Adinda, danBukan Cinderella. Namun karena sejak awal memang ingin berkiprah di dunia hukum, akting dan modeling pun ditinggalkan oleh perempuan kelahiran 1982 itu. 

Ibu dua anak yang memiliki darah campuran Jawa, Cina, Belanda, Pakistan, dan Arab itu mulai tertarik dengan dunia hukum saat ia masih duduk di bangku SMA. Minatnya ke dunia hukum makin kuat setelah ia menyaksikan film yang menceritakan seorang pengacara berjudul ‘Ally Mcbeal’. 

Dea Tunggaesti menikah dengan Nevio Parodi (Warga Negara Italia), dan telah dikaruniai
 2 orang anak. Meski bukan kasus besar pertama yang ia tangani, Dea mengaku kasus suap wisma atlet ini memang 'istimewa' dibanding kasus lainnya Ibu dua orang anak itu sebenarnya sudah beberapa kali muncul ditelevisi saat menangani beberapa kasus, tetapi nama Dea Tunggaesti tiba-tiba santer diperbincangkan saat Dea Tunggaesti menjadi pengacara Nazaruddin 

Namanya melambung akhir-akhir ini setelah ia menjadi anggota tim kuasa hukum Nazaruddin. Pada saat itu, Dea mulai diperhatikan oleh para ‘kuli tinta’ saat ia membacakan surat Nazaruddin untuk presiden di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta. Ia langsung menjadi rebutan para wartawan untuk diwawancarai. 

Sejak saat itu, Dea kerap tampil pada acara live di berbagai televisi. Tentu saja, untuk kepentingan pemberitaan terkait Nazaruddin. Bukan untuk bermain sinetron.
Share

About the Author

Azis Tolen

    Other Recommended Posts

  • kanand

0 komentar:

Posting Komentar

 
back to top